Bdg TodayMusik

Debut single berjudul LOST dari Post-Human

585views

Post-Human adalah kuartet progressif metal asal Bandung. Sesuai namanya, band ini lahir dalam masa perenungan atas perubahan serta kesempurnaan manusia, yang kemudian turut menentukan kiblat musik yang mereka pilih.

Band yang dibentuk pada pertengahan tahun 2018 ini diisi oleh dua pembetot bass: Boris dan Getha serta Rizqi (vokal) dan Richard (drum). Format personil yang tidak lazim ini cukup membuat kita mengernyitkan dahi. Wajar jika orang bertanya-tanya: apa?! Musik metal tanpa gitaris? Mahiwal (baca: anomali)!

Namun justeru ini menjadi keunikan tersendiri. Post-Human (selanjutnya disingkat PH) tampak tidak berusaha untuk memberikan alasan kenapa tak ada gitaris. Dengan waktu yang relatif singkat—dari pembentukan band—PH secara resmi merilis debut single dengan judul “Lost” pada kanal digital seperti YouTube dan SoundCloud”.

Lost adalah single lagu yang begitu eksplosif sekelas musik progressif metal tanpa distorsi gitar. Komposisi yang padat dan rapat dari keseluruhan instrumen, mendorong kita untuk khilaf bahwa musik ini dibangun tanpa peran vital seorang gitaris.  Proses penggarapan materi single memakan waktu kurang lebih tiga bulan—dengan dibantu dalam proses kritik oleh Thubagus Pandu (Gitaris Klasik) dan Robi Trianda (Drumer El-Karmoya). Sedangkan untuk teknis rekaman PH bekerjasama dengan Rutter Studios.

“Lost” adalah langkah awal PH dalam proses penggarapan mini album (EP) yang bertajuk “Nothing to be Done”, dan rencananya akan dirilis akhir tahun 2018. Konsep emosional manusia menjadi benang merah dalam EP yang saat ini sedang digarap.

“EP kami punya patokan secara emosi. Jadi, yang paling pertama kami lakukan adalah tahu mengenai topik yang akan dibahas. Aku ngebagi2 tiap lagu di EP ini dengan emosi yg cukup spesifik. EP ini membahas bagaimana ketika seseorang tahu kapan ia akan mati, maka aku coba bagi2 tiap lagu sesuai dengan teori psikologi kesiapan kematian Elizabeth Kubler-Ross.”

Konsep yang mereka tawarkan cukup menarik: irisan bumbu ilmiah sepertinya akan digodog bersama musik progressif metal yang pedas. Agar tidak meluber, instrument musik disesuaikan dengan emosi yang hendak disampaikan. Patokan-patokannya telah disiapkan.

“Lost” agaknya seperti sebuah sinyal untuk karya lain Post-Human yang lebih berbahaya, atau bahkan kontemplatif? Wallahuallam. Kita tunggu saja nanti setelah EP-nya rilis.

danixsofyan
Founder bdg today