Hari Jadi ke-216 Kota Bandung, Erwan Dorong Kemajuan Kota Berdampak Langsung pada Warga

Bdgtoday.com / KOTA BANDUNG — Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan kemajuan Kota Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas pelayanan publik dinilai harus bermuara pada semakin terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya kualitas hidup warga.
Hal itu disampaikan Erwan saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).
“Capaian tersebut jangan membuat kita berhenti. Justru menjadi pengingat bahwa pembangunan harus terus dikawal, agar pertumbuhan ekonomi benar-benar terasa dalam bentuk lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan, pelayanan publik yang semakin baik, dan kualitas hidup masyarakat yang semakin tinggi,” ujar Erwan
Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan Jawa Barat menunjukkan perkembangan positif. Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,73 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Sementara persentase penduduk miskin Jawa Barat pada Maret 2026 tercatat 6,54 persen, turun dibandingkan Maret 2025.
Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat tahun 2025 mencapai 75,90 poin. Kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Mei 2026 sebesar 6,61 persen, turun dari 6,64 persen pada Februari 2026.
Di tingkat Kota Bandung, Erwan menyebut perekonomian pada 2025 tumbuh 5,29 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,99 persen. IPM Kota Bandung juga mencapai 83,75 poin, sedangkan persentase penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat 3,78 persen.
Erwan turut mengapresiasi langkah Pemkot Bandung melalui program padat karya yang sepanjang 2026 hingga Agustus telah menyerap sekitar 4.100 tenaga kerja. Sekitar 3.900 orang lainnya, kata dia, masih disiapkan untuk tahap berikutnya.
“Ini menunjukkan bahwa pembangunan berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan kesempatan kerja,” katanya.
Erwan juga menekankan pentingnya menjaga semangat “_Solidarity in Harmony_” yang menjadi identitas HJKB tahun ini. Menurutnya, kekuatan Bandung tidak hanya dibangun melalui gedung dan infrastruktur, tetapi juga melalui kemampuan masyarakat yang beragam untuk hidup bersama, bekerja sama dan saling menghargai.
“Bandung tidak hanya membutuhkan menjadi kota yang maju, tetapi juga masyarakat yang matang. Tidak hanya membutuhkan ekonomi yang tumbuh, tetapi juga kesempatan yang semakin terbuka. Tidak hanya butuh pembangunan fisik, tetapi juga rasa aman, nyaman dan kebersamaan,” ujarnya.
Untuk memperkuat pembangunan, Pemprov Jabar siap meningkatkan sinergi dengan Pemkot Bandung dan DPRD Kota Bandung. Erwan menegaskan hubungan provinsi dan kota harus dibangun sebagai satu kesatuan kerja pembangunan karena berbagai persoalan, seperti transportasi, lingkungan, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan, tidak mengenal batas administrasi.
Karena itu, koordinasi antara Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, DPRD, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas dan masyarakat perlu semakin diperkuat. Erwan berharap peringatan HJKB ke-216 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi titik tolak dalam menata masa depan Bandung dengan pembangunan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.





