Sosial

Pemkot Bandung Siapkan Bantuan Antisipasi Terjadi Bencana Bagi Korban Banjir di Kelurahan Cibadak

427views

Bdgtoday.com/ KOTA BANDUNG -DINAS Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung memberikan bantuan berupa sembilan bahan pokok (Sembako) kepada korban terdampak banjir Sungai Citepus di RW 03 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar.

Bantuan merupakan upaya Pemkot Bandung meringankan beban para warga terdampak banjir. “Kita berusaha bergerak cepat apabila terjadi bencana di wilayah Kota Bandung,” kata Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung, Tono Rusdiantono saat mendampingi Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meninjau lokasi terdampak banjir di Kota Bandung, Jumat (25 Desember 2020).

Ia mengungkapkan, dalam penanganan dampak banjir Sungai Citepus ini, Dinsosnangkis telah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan. Di antara mendata kebutuhan untuk para warga terdampak banjir.

“Saat malam terjadi bencana itu, Pemkot Bandung melalui Dinsosnangkis segera merespon dengan berkoordinasi ke Camat Astanaanyar,” katanya.

Berdasarkan laporan dari Camat Astananyar dan Lurah Cibadak, korban bangunan rumah roboh di bantaran Sungai Citepus berjumlah 15 orang dari 3 kepala keluarga (KK).

Tono berharap masyarakat Kota Bandung tetap meningkatkan kewaspadaannya agar tidak menjadi korban dan terhindar dari musibah.

Tono mengungkapkan, pihaknya memang menyiapkan bantuan sebagai antisipasi apabila terjadi bencana di Kota Bandung.

Sementara itu Lurah Cibadak, Dedy Subarna mengungkapkan, imbas dari hujan deras yang melanda wilayah Kota Bandung sejumlah RW di kelurahan Cibadak terdampak banjir.

Dedy menambahkan dari total 9 RW di Kelurahan Cibadak, hanya satu RW saja yang tidak terdampak banjir, yakni RW 09. “Pada saat itu airnya sangat deras sekali, yang terkena bencana banjir di Kelurahan Cibadak hampir mencapai delapan RW. Hanya RW 09 yang tidak terendam,” jelasnya.

Mengenai bantuan, Dedy dan jajarannya telah mendata jumlah warga yang berhak mendapatkan bantuan dari Pemkot Bandung. Setelah itu, pihaknya segera mendistribusikan bantuan tersebut kepada warga terdampak.

“Sebelumnya sudah ada pendataan. Bantuan dari Dinsosnangkis disampaikan ke kelurahan setelah itu didistribusikan secara langsung ke warga,” tuturnya.

 

“Tentu kita prihatin dengan peristiwa ini. kedatangan kita untuk menunjukkan awareness , kepedulian kepada masyarakat. Pak wali kota juga tadi sudah datang, sekarang saya juga hadir dengan memberikan bantuan,” kata Siti.

Selain memberikan bantuan Sembako, Siti juga menyebutkan, sudah melakukan trauma healing untuk masyarakat yang terdampak. Kegiatan itu bekerja sama dengan Puskesmas untuk memeriksa kesehatan kepada keluarga terdampak.

Lebih lanjut siti mengajak kepada semua masyarakat untuk melakukan gotong royong terhadap musibah banjir yang terjadi serta kewaspadaan yang harus dilakukan oleh semua masyarakat,

“Kewaspadaan ini tentu saja harus multi pihak, mulai dari pemerinah Kota Bandung, pemerintah kewilayahan dan yang terpenting adalah masyarakat dan warga yang tinggalnya di kirmir sungai-sungai,” katanya.

“Seperti di Cihampelas misalnya, gang-gang sudah menjadi tempat jalannya air. Untuk itu harus kita pikirkan bersama-sama harus multi pihak, untuk mencari solusi-solusi terbaik,” paparnya.

Sementara itu, Jajang Suharta yang juga salah satu dari 4 warga yang terkena dampak banjir di daerah Sungai Citepus Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar berterima kasih atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah saya bersyukur dengan tadi sudah datang pak wali kota. Sekarang ibu wali kota dengan bantuannya,” ujarnya.

“Dampak dari banjir kemarin memang besar, air masuk dari pukul 5 sore sampai 9 malam. Semua barang saya habis, hanyut dan terendam banjir. Tentu bantuan ini akan bermanfaat untuk kita sekeluarga,” ungkapnya,

Jajang berharap ada bantuan berkelanjutan dengan perbaikan kirmir sungai yang dikhawatirkan masih rentan karena curah hujan yang masih panjang.

Jajang juga mengaku akan menyurvei terlebih dahulu, apabila ada relokasi dari pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Astanaanyar, Syukur Sabar mengatakan dampak dari adanya banjir memang besar. Terdapat 4 rumah warga yang tergerus air sungai.

“Jangka pendeknya, kita sudah memberikan laporan langsung kepada pimpinan. Juga berkoordinasi dengan DPKP3 dan DPU. Termasuk dengan puskesmas untuk membantu kesehatan warga,” ujarnya.

“Dengan Dinas Kesehatan untuk healing crisis untuk menghilangkan rasa takut supaya mereka tidak stress setiap hari di sini. Serta evakuasi sudah ditawarkan untuk dialihkan ke rusunawa di Rancacili, dan mereka sedang mempertimbangkan ini,” paparnya.