Pendidikan

Komisi V DPRD Jabar Dukung Penuh, Rencana Kembali Sekolah Tatap Muka di Jabar

527views

Selain Dilakukan dengan Prokes Ketat, Sekolah Tatap Muka Harus Perhatikan Kondisi Psikologis Anak

Bdgtoday.com / BANDUNG – Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya mendukung penuh, rencana kembali sekolah tatap muka yang akan dimulai bulan juli mendatang.

Terkait dengan akan dimulai sekolah tatap muka ini Abdul Hadi, rencana tersebut merupakan diskusi yang panjang, dan memerlukan beberapa perbaikan juga beberapa aspek yang perlu dipersiapkan. Dari Dinas Pendidikan sendiri mengatakan, bahwa indikator dari dirinya sendiri adalah harus dipersiapkan per Juli Tahun 2021 “, Selasa (13/4/2021).

Meskipun masih memerlukan diskusi yang panjang, menurutnya ada beberapa aspek yang perlu seperti persetujuan orang tua siswa dalam pemberlakukan sekolah tatap muka tersebut.

Gus Ahad –sapaan Abdul Hadi Wijaya– menghimbau, pelaksanaan tema pembelajaran tatap muka terbatas harus dilakukan dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.

“Jangan ada kesan juga dipaksakan, yang berimbas pada keamanan anak kita” ucapnya.

Sementara itu Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mengatakan, dalam persiapan pendikan tatap muka di samping protokol kesehatan yang ketat dan tetap mengikuti arahan arahan satgas covid 19.

Selain itu, ada hal lain yang tidak boleh dilupakan dan harus menjadi perhatian bersama mengingat selama satu tahun anak-anak tidak terlepas dari gawai.

Hal itu menurutnya, sangat mempengaruhi psikologis psikologis anak, untuk itu pihaknya meminta pihak sekolah mempersiapkan guru BK agar percaya PPM di masa yang akan datang.

โ€œGawai sudah dipastikan tidak _clear_ tentu saja mempengaruhi jiwa anak anak untuk itu protokol kesehatan tak cukup di dalam pendidikan tatap muka, dan perlu ditambah yaitu dengan sekolah mempersiapkan psikologi dan mental anak-anak” katanya.

BACA JUGA : Wakil Ketua DPRD Jabar Apresiasi Peluncuran Raisa Coffee Shop dan Barbershop

“Ada sebuah kehawatiran bahwa ketika tatap muka dan ineteraksi sosial terjadi dikhawatirkan ada kekerasan yang baik itu bullying dan juga kekerasan seksual dan tentu ini juga akan mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolahโ€ tuturnya.