Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat, Hadiri acara Rakor Komite Penanganan Covid-19 di Mapolda

Bdgtoday.com/ BANDUNG – Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat, menghadiri acara Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan Covid-19, Dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, kegiatan berlangsung di Aula Masjid Al Aman Mapolda Jawa Barat. (Selasa/22/12/2020).
Selain melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 akan memperketat lonjakan wisatawan pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2021, Komite Kebijakan juga akan melarang masyarakat merayakan Tahun Baru, akan melalukan inspeksi bersama untuk mengawasi tempat hiburan dan tempat-tempat yang biasa dipakai pesta perayaan Tahun Baru, Pemprov Jabar juga akan berusaha untuk memenuhi Vaksin bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.
Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) bersama jajaran Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Jawa Barat akan menggelar pengetesan masif dengan rapid test antigen bagi wisawatan. Tujuannya untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat usai memimpin Rapat Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Mapolda Jabar,
“Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Jawa Barat akan melakukan operasi di pintu masuk Jawa Barat, dan kami akan menyiapkan rapid test antigen. Kalau ada yang positif, kami akan kembalikan ke daerah asal.
BACA JUGA : Ketua DPRD Jabar Hadiri RAKOR Pengamanan Natal 2020 Tahun Baru 2021
Pemda Provinsi Jabar akan menyiapkan 65.000 rapid test antigen. Rinciannya, 40.000 rapid test antigen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 25.000 buah dari pengadaan Belanja Tak Terduga (BTT).
Selain itu, Pemda Provinsi Jabar melarang perayaan Tahun Baru 2021 yang dapat menyebabkan kerumunan. Larangan tersebut berlaku untuk perayaan di dalam maupun luar ruangan.

Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jabar mengalami peningkatan menjadi 82,46 persen. Sedangkan tingkat kematian terus menurun menjadi 1,47 persen.
“Kasus penyebaran masih tinggi. Namun, setelah pekan lalu ada delapan daerah berstatus Zona Merah atau risiko tinggi, pekan ini menurun menjadi dua daerah.
Adapun dua daerah berstatus Zona Merah yakni Kabupaten Karawang dan Kota Depok. Selain itu, lima daerah berstatus Zona Kuning atau risiko rendah, yaitu Kabupaten Pangandaran, Cianjur, Tasikmalaya, Indramayu, dan Subang. Sedangkan, 20 daerah lainnya masuk Zona Oranye atau risiko sedang.
“Ada rasa syukur Alhamdulillah, dari delapan zona resiko tinggi sekarang tinggal dua yaitu Kabupaten Karawang dan Kota Depok .Papar Ketua DPRD Jabar (Arm)*





