Info Terkini

Wakil Wali Kota Yana Presentasikan Layanan Balap di Forum Internasional

97views

bdgtoday/

Wakil Wali Kota Presentasikan Layanan Balap di Forum Internasional

SETELAH memperoleh dukungan Bank Dunia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperoleh kepercayaan untuk memaparkan Advancing Open Contracting in Bandung City di forum internasional.

Forum tersebut yaitu 3rd ASEAN Public Procurement Knowledge Exchange (APPKE) yang digelar di Bali, Kamis (25/10/2018). Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memaparkan ke sejumlah perwakilan negara ASEAN yang hadir.

Advancing Open Contracting in Bandung City merupakan pengembangan dari Bandung Integrated Resource Management System (BIRMS) yang merupakan hasil kerja sama antara Word Bank, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan Pemkot Bandung.

“Kota Bandung adalah proyek percontohan Bank Dunia. Kota Bandung mungkin satu-satunya di negara Asia Tenggara,” kata wakil wali kota usai pemaparan.

Dikatakan, melalui layanan Advancing Open Contracting hampir semua pengadaan di Kota Bandung dilakukan secara online. Mulai dari perencanaan, penyusunan, tender, hingga pelaksanaannya bisa terpantau secara terbuka.

“Melalui layanan ini, sangat banyak efisiensi yang terjadi. Jika ini terus dilaksanakan secara konsisten, maka seluruh proses tender di Kota Bandung akan semakin terbuka,” ujarnya.

Wakil wali kota mengatakan, adanya portal tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam mengontrol kinerja Pemkot Bandung dan menghindari adanya tindakan pidana Korupsi di Pemerintah Kota Bandung.

Ia menegaskan, sumber daya manusia di Pemkot Bandung sangat bisa untuk melaksanakan hal tersebut. Karena seluruh stakeholder yang ada di Kota Bandung telah memiliki pemahaman yang sama.

Sementara itu, Kepala Bagian Layanan Pengadaan Kota Bandung, Dharmawan mengatakan, melalui data terbuka (Open Data) ini bisa menetapkan key performance indicator atau indikator utama performa setiap proyek di Kota Bandung. Dengan demikian, pimpinan bisa memantau secara langsung proses sebuah proyek atau pengadaan barang dan jasa.

“Pimpinan bisa mengambil keputusan melalui proses yang termonitoring dan terevaluasi,” katanya.

Perlu diketahui, Pemkot Bandung telah melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa secara online atau dalam jaringan (daring) sejak tahun 2010 oleh Unit Layanan Pengadaan yang saat ini bernama Badan Layanan Pengadaan (Balap). Cara tersebut dinilai sangat efektif untuk mengefisiensikan pelaksanaan pengadaan yang akuntabel dan transparan.

Secara simultan, Balap terus meningkatkan performa kinerja melalui berbagai cara, terutama dengan pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Balap menciptakan aplikasi Bandung Integrated Resources Management System (BIRM) yang memfasilitasi pengadaan barang jasa dengan nilai di bawah Rp200 juta. Tahun ini, BIRM ditingkatkan kapasitasnya bekerja sama dengan Bank Dunia menjadi Advancing Open Contracting in Bandung City.(ds)*