Bdg Today

Wabah COVID-19 :Ketua DPRD Jabar Hadiri Peresmikan RSUD Pandega Melalui Video Conference

89views

Bdgtoday.com/ BANDUNG – Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Brigjen TNI (purn) Taufik Hidayat bersama Gubernur Jawa Barat Ridwa Kamil hadir acara peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Kabupaten Pangandaran, melalui Video Conference yang digelar di Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu (4/3/2020).

Pada kesempatan acara peresmian RSUD Pandega meski tak lazim, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Taufik Hidayat mengatakan, peresmian RSUD Pandega melalui video conference, memutuskan meresmikan RSUD secara jarak jauh mengingat saat ini Jawa Barat sedang kampanye Physichal Distancing dalam menanggulangi penyebaran COVID-19 yang menghindari kegiatan bersifat kerumunan. yang tidak memungkinkan dihadiri  secara fisik. Taufik mengaku telah menerima undangan dari Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata untuk menghadiri acara peresmian RSUD ,saya lihat rumah sakitnya bagus sekali.

“Sementara ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati yang telah mengundang saya untuk datang kesana. Mohon maaf belum bisa datang karena situasi belum mengizinkan,” kata Taufik saat memberikan sambutan lewat video conference.

Senada dengan ucapan Gubernur Jawa Barat , Taufik berpesan, sekarang konversi saja jadi RS COVID-19 dulu. Tolong segera gunakan, siapkan satu lantai minimal untuk COVID-19,” kata Taufik

Hadirnya RSUD tersebut, kata Taufik, merupakan sesuatu yang luar biasa. Pasalnya, kata dia, di tengah kesulitan dan tantangan pemerintah baik pusat maupun daerah saat ini, karena semua energi terkuras habis untuk menghadapi wabah COVID-19, Pangandaran justru mampu mendirikan sebuah RS.

Taufik mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati dan masyarakat Pangandaran, yang mana di tengah merebaknya wabah COVID-19 ini mampu membangun sebuah rumah sakit yang paling keren di Jawa Barat, sebagaimana kata pak Gubernur, meski saya belum sempat lihat secara langsung,” sebut Taufik.

Taufik juga tak lupa mengapresiasi kinerja Pemerintah Daerah  Jawa Barat yang pertama saya ingin mengapresiasi pak Gubernur yang begitu konsisten, yang cepat, tanggap untuk menangani covid-19 ini.  yang sejauh ini terus berjuang melawan COVID-19 tanpa mengenal lelah. Mungkin kalau saya bisa muji ngasih nilai seratus untuk pak Gubernur dan jajarannya atas kerja kerasnya,” cetusnya.

Taufik mengucapkan terima kasih kepada kepada masyarakat Pangandaran yang telah mengikuti arahan dari pemerintah dalam rangka pencegahan terhadap penyebaran COVID-19.

Dalam sambutannya Taufik Hidayat mendoakan kepada masyarakat Pangandaran, yang sakit disembuhkan, yang sehat selalu disehatkan. Semoga Allah SWT. melimpahkan rahmat dan karunianya kepada seluruh masyarakat di Pangandaran,”Tutur Taufik.

Ia berjanji, jika wabah virus corona ini sudah berakhir, bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan berkunjung ke Pangandaran sekaligus meninjau langsung lokasi RSUD Pandega.

Ridwan Kamil mengatakan pembangunan RSUD Pandega telah menghabiskan anggaran sebesar 400 miliar rupiah yang bersumber dari kombinasi dana APBD Kabupaten Pangandaran dan APBD Provinsi.

Ia berharap kehadiran RSUD Pandega ini, selain dapat membantu masyarakat Pangandaran dalam hal pelayanan kesehatan, juga bisa berkontribusi dalam penanganan wabah COVID-19 yang saat ini sedang merebak di Jawa Barat.

“Segera manfaatkan rumah sakit ini (RSUD Pandega). Saya sudah melihatnya, rumah sakitnya bagus sekali. Tinggal dikonversi untuk rumah sakit COVID-19 dulu aja pak. Pak Bupati tinggal cari aja lantai (untuk pasien COVID-19). Misalnya di RS Bogor tempatnya di lantai dasar. Jadi terserah pak Bupati aja,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi (Jabar) siap mendistribusikan 5000 alat tes (rapid test) kepada Pemda Pangandan untuk pemasifan pemeriksaan gejala COVID-19 khususnya di Kabupaten Pangandaran.

“Nanti pak Bupati, tolong skenariokan 5000 alat test (rapid test) di Pangandaran untuk segera dilakukan secepatnya,” ujarnya.

Selain itu, Ridwan Kamil juga meminta kepada Bupati Pangandaran untuk proaktif dalam penanganan wabah COVID-19 ini.

“Saya ingin pak Bupati, mengenai COVID-19 ini terutama harus proaktif. Jangan selalu menunggu arahan-arahan dari provinsi atau pusat karena yang tahu di lapangan bapak Bupati dan tim,” pungkasnya.