Bdg Today

Sosialisasi Satgas Citarum Harum Dansektor 22 Bahas Masalah Sampah Di Kota Lembang

201views

Bdgtoday.com/ LEMBANG,  Pemutakhiran Program Citarum Harum oleh Dansektor 22 di Kota Lembang yang bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indoneaia (UPI) , dengan semakin menyerap, antusiasme dukungan dari berbagai pihak semakin terlihat.

Sambutan Selamat datang Kades Kayu Ambon Hj. Ayi   pada acara sosialisasi  TPS3R yang diadakan di Kantor Desa Kayu Ambon yang dihadiri oleh Dansektor 22 Citarum (Kol. A. Rahman Taufik), Camat Lembang (Slamet Nugraha), Tim Lembaga Pemberdayaan Masyarakat UPI, DPRD Bandung Barat, DLHK KBB dan para tokoh Masyarakat Lembang, Sabtu (16-02-2019)

Sementara Camat Kecamatan Lembang (Slamet Nugraha) sekaligus mewakili Bupati Bandung Barat Aa Umbara, menyampaikan pemaparan “Program Citarum Harum yang digerakkan oleh Dansektor 22 Citarum merupakan Pilot Projek di Kota Lembang dalam hal Pembenahan Lingkungan daerah lembang sampai ke pelosok”

“Hal ini merupakan tindakan positif yang perlu kita galakan dan kebetulan kita di Lembang mempunyai program MAYDARLING (Masyarakat Sadar Lingkungan) sedang digalakan dan sangat beriringan dengan program citarum harum, sebagai eksekutor pada pemerintah tingkat atas yang hingga mendatangkan biaya untuk membenahi lingkungan di wilayah Lembang, berupa adanya beberapa Pembangunan TPS3R dan lain sebagainya” pungkas Camat Lembang.

Sementara Kol. Inf. Asep Rahman Taufik (Dansektor 22 Citarum) menambahkan pada sosialisai Satgas Citarum Harum Sektor 22 dalam sambutannya, mengatakan tentang “Pencemaran sungai di wilayah Lembang merupakan indikator terjadinya pembuangan sampah dan limbah kotoran hewan yang dilakukan warga lembang sangat besar dan mencemari sungai Citarum” tuturnya.

“Peraturan Presiden (Perpres) No. 15 Th. 2018 adalah merupakan tindakan tragis untuk mengeksekusi kotornya Sungai Citarum, hingga melangkahi beberapa peraturan perundang-undangan yang berlaku yang terkesan Mandul” Tegasnya.

“Beberapa tindakan yang dilakukan oleh Satgas Citarum pasukan TNI Kodam III/SLW sebagai Wadan Satgas bidang penyelamatan Ekologi/ekosistem yaitu mengawal pembersihan sungai berikut lingkungannya dengan tindakan keras pada pelaku industri dengan penyempurnaan IPAL Pabrik, pembersihan sampah sungai dan lingkungan hingga fasilitas pembuanganya, penataan lingkungan dengan penghijauan daerah kritis hingga ada tujuh permasalahan yang ada di tiap daerah” imbuh Dansektor 22.

Beberapa motifasi yang di paparkan oleh Dansektor 22 pada sosialisasi ini, supaya Pemerintah dan Masyarakat lebih fokus pada kebersihan lingkungan karena kehidupan masyarakat umumnya bergantung pada pemerintahan demi kemajuan perekonomian masyarakat yang bergantung pada kesehatan masyarakatnya.

“Lingkungan hijau yang akan mengeleminir bahaya banjir dan tersimpannya (Stok) air tanah yang normal akan memakmurkan kehidupan dengan memfungsikan sungai yang bersih dan bermanfaat, jangan sampai lingkungan dan sungai kotor hingga segala barang bekas ada di sungai jangan-jangan Mantan Kabogoh pun ada di sungai” Ujar Dansektor 22.(ds)*