Bdg Today

Sepuluh Seni Budaya Kota Bandung Mendapat Penghargaan Anugerah Budaya Kota Bandung 2018.

36views

Bdgtoday/ Bandung – Sepuluh pelaku seni budaya Kota Bandung mendapat penghargaan Anugerah Budaya Kota Bandung 2018. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Wali Kota Bandun, Yana Mulyana pada Malam Anugerah Budaya Kota Bandung 2018, Jumat (7/12/2018) malam, di Hotel Papandayan, Jln. Gatot Subroto, Bandung.

Sepuluh penerima penghargaan adalah, Colenak Murdi (kuliner Sunda), Lawang Wangi Art Apace (seni rupa), Sujatmiko (gemolog), Anton AAP (teater modern), Prof. Dr. H. Nang Primadi Tabrani (teori kreativitas seni rupa), Ida Rosida Koswara (karawitan Sunda), Rumah Kreatif Wajiwa (komunitas tari), Adjie Esa Poetra (pendidik musik), H. Riskonda (perajin waditra Sunda), dan Tedi Permadi (manuskrip).

Penghargaan diberikan kepada pelaku seni dan budaya sebagai apresiasi atas kontribusi mereka dalam memberikan identitas Kota Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dalam sambutannya mengatakan, peran seniman dan budayawan telah banyak mengubah wajah Kota Bandung sebagai kota yang berbudaya dan kaya kreativitas.

“Pertumbuhan seni budaya di Bandung sangat baik. Wajar disebut sebagai pusat budaya dan seni. Karena Kota Bandung melahirkan seniman dan budayawan membawa nama baik, Kota Bandung, Jawa Barat bahkan Indonesia,” katanya di sela-sela penyerahan anugerah.

Kepada paran seniman dan budayawan, Yana berpesan agar mampu mewariskannya kepada generasi mileneal saat ini.  “Kita harus tularkan kepada generasi mileneal. Karena perdaban itu maju bukan hanya modernisasi, tetapi juga menjaga nilai leluhur bangsa dan kebudayaan. Itulah satu hal penting dalam membentuk peradaban,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, Anugerah Budaya Kota Bandung telah menjadi even tahunan bagi Kota Bandung. Tercatat sebanyak 129 pelaku seni budaya telah menerima anugerah ini sejak tahun 2006.

“Anugerah ini merupakan bentuk apresiasi Pemkot Bandung kepada para seniman dan budayawan,” kata Kenny.*(ds)*